Cerita Sex METAMORFOSIS DAN POHON PALEM – Part 3

Cerita Sex METAMORFOSIS DAN POHON PALEM – Part 3by adminon.Cerita Sex METAMORFOSIS DAN POHON PALEM – Part 3METAMORFOSIS DAN POHON PALEM – Part 3 Saudara Lintang…anda dituduh telah melakukan percobaan pemerkosaan terhadap saudari Sonya…dalam hal ini kami segenap dewan dosen sangat menyayangkan…anda yang tercatat sebagai staf pengajar meski hanya part time, seyogyanya memberikan contoh yang baik bagi mahasiswa yang ada di sini ! Seorang dosen senior bernama Pak Jarwo mengucapkan kalimat tuduhannya […]

multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-9 (1) multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-13 multixnxx- Kyoka Mizusawa Maika Miu Watanabe Megu-2 (1)METAMORFOSIS DAN POHON PALEM – Part 3

Saudara Lintang…anda dituduh telah melakukan percobaan pemerkosaan terhadap saudari Sonya…dalam hal ini kami segenap dewan dosen sangat menyayangkan…anda yang tercatat sebagai staf pengajar meski hanya part time, seyogyanya memberikan contoh yang baik bagi mahasiswa yang ada di sini ! Seorang dosen senior bernama Pak Jarwo mengucapkan kalimat tuduhannya dengan tegas di ruang pertemuan dosen.

Apa pak? Saya tidak merasa pernah melakukannya…ini fitnah pak !! Sangkal Lintang dengan nyaring.

Apa lagi yang hendak anda sangkal ? Saksi pun ada…!! Anda tak akan bisa mengelak lagi !

Tapi…tapi… Lirih Lintang dengan berselimutkan kebingungan.

Cukup sudah !!!…demi kehormatan kampus kita, hanya ada satu cara…anda harus menikahi saudari Sonya…ini dibutuhkan untuk meredam pemberitaan di luar sana !

Tidak bisa seperti itu Pakk !! Sanggah Lintang sekali lagi dengan tangan gemetar.

Anda harus menikahinya atau anda kami keluarkan dari jajaran pengajar kampus !…kami tak ingin kebobolan untuk kedua kalinya…kami punya aturan dan anda wajib mengikutinya !! Lanjut Pak Jarwo dengan muka panas. Kumisnya yang melintang di atas bibir menambah terlihat semakin sangar wajahnya saat marah seperti itu.

Lintang terduduk lesu di kursinya. Ia tak bisa membayangkan jika ia harus berhenti bekerja di kampus itu. Meski pekerjaan utamanya sebagai teknisi komputer panggilan masih bisa dikembangkan, namun untuk jangka waktu beberapa bulan ke depan ia tak tahu harus menghidupi orang tuanya di kampung dengan apa. Selama ini hanya Lintang tempat bersandar orang tuanya. Semua kebutuhan sehari-hari selalu ditanggung oleh Lintang sebagai anak tertua. Adik satu-satunya Lintang adalah seorang cewek yang masih duduk di bangku SMA, sehingga tak mungkin Lintang meminta bantuan kepada adiknya.

Pikiran Lintang begitu kalut, namun daya apalagi yang ia punya selain menyerah kepada keadaan yang semakin menyudutkannya. Saksi telah menjadi kunci atas kejadian ini, dan telah nyata bahwa saksi telah berpihak pada Sonya dari awal.

A..apakah tidak ada solusi lainnya pak ??? Tanya Lintang mengiba.

Solusi apa yang anda inginkan??….Saksi sudah jelas…korban sudah ada…mau apa lagi anda?? Sergah Pak Jarwo gusar.

Lintang kembali lesu, harapan sepertinya telah punah. Ia tak tahu harus berbuat apa lagi. Wajahnya tertunduk, tubuhnya gemetar, awan kelam seperti sedang bergelayut di atas kepalanya.

Tunggu dulu….!!!! Tiba-tiba sebuah suara muncul dari balik pintu ruang pertemuan dan mengagetkan seluruh yang hadir disana.

Saya punya bukti yang lebih otentik daripada sekedar saksi yang belum tentu bisa dipercaya !!! Imbuh suara itu lagi. Seorang Mahasiswi tengah berdiri di antara kursi sambil berteriak lantang.

Heeii kamu…apa yang dapat kamu lakukan bagi pemerkosa ini ?? tanya seorang dosen wanita bernama Bu Siska dengan menunjukkan jarinya kearah cewek yang baru datang tersebut.

Disini…ya disini…di dalam HP ini ada rekaman video Nona Sonya saat menghubungi Pak Eko demi mengatur strategi fitnah licik ini !!….video lainnya juga menunjukkan kegiatan saat Nona Sonya dengan sengaja mengganti pakaiannya dengan pakaian sobek-sobek untuk menambah keyakinan alibinya !!…. Ungkap si cewek dengan nyaring hingga menggema di dalam ruangan tersebut.

Darimana kamu mendapatkan video-video itu Rika?? Tanya Bu Siska dengan lebih lunak, tidak sekeras waktu pertama berbicara tadi. Ternyata cewek yang nekat masuk ke ruangan tersebut adalah Rika si ratu jahil.

Ibu….seringkali saya disebut sebagai cewek jahil di kampus ini…tapi kejahilan saya hari ini berbuah manis bu…Mula-mula saya curiga dengan gerak-gerik aneh Nona Sonya saat tiba di ruang klinik tadi pagi. Nampak ia sedang menjinjing sebuah tas yang ternyata saya ketahui berisi pakaian sobek miliknya. Dengan jahil saya ikuti dia, saya pun nguping pembicaraannya di telepon dengan Pak Eko. Nona Sonya menjanjikan bayaran dengan tubuhnya jika Pak Eko bisa membantunya bermain akting. Saat Nona Sonya ke kamar mandi klinik untuk berganti pakaian pun saya juga mengikutinya. Saya pasang layar kamera saya pada celah bagian atas kamar mandi yang memang dindingnya tidak tertutup hingga ke atas…bagaimana Bu Siska…sudah jelas? Lanjut Rika dengan melotot. Rupanya kali ini ia telah menjadi dewi penolong bagi Lintang.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
^^^^^^^^^^^^^

Mobil katana Lintang sudah melaju di jalanan menuju sebuah rumah makan di ujung kota. Duduk di sebelahnya seorang Rika sang dewi jahil nan penolong.

Seribu terimakasihku buat kamu Rika, ternyata jahilmu bermanfaat juga ya…sebagai ucapan terimakasih, sore ini gue akan traktir lu…sepuasnya…!!! Ungkap Lintang dengan air muka ceria penuh kelegaan.

Yee…sekarang aja baru sumringah…nah tadiii…muka ditekuk mengkerut kayak kanebo kurang air !!! Sergah Rika sambil mencibir tetap dengan nuansa juteknya yang semerbak.

Ya bukan gitu Ka !!!…siapa yang gak kaget kalau dituduh sekeji itu padahal tidak ngelakuin!! Sanggah Lintang dengan malu-malu kucing.

Pembelaan Persuasif !!! Timpal Rika dengan tak mau kalah.

Acara makan besar dinikmati Rika dengan penuh suka cita. Beragam menu masakan dipesan Rika tanpa ampun. Lintang hanya bisa menggeleng-geleng melihat ulah si jahil yang rakus itu.

Kamu jadi cewek…sadis bener…kayak mesin giling padi…hahaha… Ucap Lintang demi melihat ulah makan Rika yang menggila.

Udah deehh…ikhlas kagak ??? kalau ga ikhlas….mending gue….TETEP MAKAN AJE…hahahaha!!! Balas Rika dengan kocak namun tetap dengan wajah bengis khas penjahat jahiliyah.

Lintang kembali tersenyum memandang wajah Rika yang memerah kekenyangan seperti daging rebus. Lamat-lamat ia perhatikan wajah Rika dihadapannya. Cukup cantik, lesung pipit menambah menarik suasana.

Rika…lu buru-buru gak?? Abis ini temenin gue merenung ya !! Ucap Lintang sesaat setelah mas kasir menerima pembayaran dari Lintang.

Merenung ??? Dimana emang ?? Balas Rika dengan gaya asli cuek bebek.

Di WC hahaha !!! Serobot Lintang dengan dibarengi bahaknya yang membahana.

Pretttt….garing tauu !!! Timpal Rika sambil mencubit keras pipi Lintang hingga sang korban meringis kesakitan. Kedua makhluk aneh itu beranjak berjalan menuju mobil dan tancap gas cap cus meninggalkan pelataran rumah makan yang kini terasa begitu tidak nyaman karena harus bayar.

Di pantai nonn!!!…gue pengen melamun dan merenung di pantai…gue suntuk dengan semua ini…huhhfhh.. Lanjut Lintang sambil menghela nafas panjang saat mobil sudah melaju pada gigi 4. Mobil pun segera melesak membelah jalanan kota menuju bibir pantai di ujung sebelah utara kota. Disana terhampar ber mil-mil tepian pantai laut jawa yang tenang ombaknya namun tetap asin rasa airnya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
^^^^^^^^^^

Angin sepoi sejuk terhembus meniup dedaunan nyiur dan membuatnya melambai seakan memanggil setiap insan untuk bersedia sejenak berhenti, menatap, dan menikmati hamparan pantai indah saat matahari mulai tenggelam. Sulur jilatan cahaya matahari yang hampir hilang ditelan petang terlihat memerah di ufuk barat. Goyang ombak nan gemulai terlihat dikejauhan dan seakan bersatu dalam pertemuan garis dengan langit. Diantara keduanya ternoktah berkas merah temaram mentari yang kian memudar mengejar peraduan.Burung-burung camar bersiul bersahutan kemudian terbang menukik mengejar mangsanya yang sedang asyik berenang di lautan lepas. Di atas camar, bergerombol sekumpulan merpati terbang beregu membuat iri kaum manusia yang tak pernah berhenti bertikai dan menjauh dari kata persatuan. Nuansa indah tepi pantai.

Tuh liat tuh mataharinya ampir tenggelem…bagus kan..??? Ucap Lintang pada Rika yang sedari tadi nampak bengong. Pergi ke pantai merupakan sebuah kegiatan yang sangat super jarang dilakukan rika. Selama ini ia hanya sibuk dengan segala hal yang berkaitan dengan jahil, jutek, usil, angkuh dan sekarung sifat batu lainnya. Namun dalam hati Rika lambat laun menikmati juga pemandangan yang jarang dilihatnya itu.

Iyahh…lumayann!!! Jawab Rika dengan nada sok bete, padahal suka sebenarnya.

Ah lu payah…ini nih anugerah Tuhan…nikmati dong…biar ati lu kagak panas mulu bawaannya!!! Sambung Lintang dengan pandangan mata aneh melihat Rika yang ogah-ogahan.

Iya…bagus..!! Ucap Rika seperti terdengar terpaksa.

Eh pak eh…anu…mas…atau abang aja yah…aduh enaknya gue panggil apa nih ?? Lanjut Rika dengan aksi garuk kepala seperti pemeran iklan shampo kutumbamba yang belum memakai shamponya.

Kang aja…biar lain daripada yang lain…kalau situ gue panggil Adek aja ya…kan tua-an gue juga kan!! Jawab Lintang dan sekaligus bertanya balik.

Iya Kang Lintang…ehm..lagi suntuk pa’an sih??? Yaaa…meski gue suka usil…tapi satu-satunya temen Akang di pinggir pantai ini cuma gue…ga ada salahnya kalee kalo Kang Lintang sedikit berbagi biar agak ringanan gitu..!! Lanjut Rika dengan penasaran pada perihal kesuntukan Lintang.

Gue akhir-akhir ni didera beberapa masalah yang bikin pusing Dek…Awalnya gue…jujur neh…awas jangan cerita anak kampus…awalnya gue suka sama Citra..kita sempat deket, terus terang gue dibuat gila oleh pesonanya…tapi akhirnya gue mundur karena dia sudah punya tunangan. Kedua…kapan hari gue digebukin orang-orang serem…ehmm…sepertinya orang suruhannya Sonny yang pernah gue pukul gara-gara gue nyemburuin dia sama Citra…Terakhir tadi…Sonya ngapain juga ngejebak gue kayak gitu…huuffhh…suntuk ni kepala…kenapa gue sial mulu ya…??!! Ucap Lintang dengan terbuka. Matanya menatap jauh kedepan, menerawang lapis-lapis sinar matahari yang semakin memudar ditelan petang seakan matanya ingin melihat apa yang ada dibalik sinar matahari yang meredup itu.

Ohh…Akang sudah ngejauhin Citra…bagus deh…!!! Jawab Rika kalem.

Maksudnya ??? Tanya Lintang balik karena merasa janggal dengan ungkaan Rika barusan.

Ehh..enggak…ga papa kok…udah terusin aja ceritanya…!! Jawab Rika yang masih terlihat fokus mendengarkan keluhan Lintang.

Akang yang sabar aja menghadapi semua masalah…masalah apapun itu pasti ada jalan keluarnya !!! Lanjut Rika dengan sedikit sok serius.

Dek Rika…gue boleh jujur kan?? Tanya Lintang tiba-tiba.

Jujur tentang apa…?? Ngomong aja kalee Kang…jangan sungkan gitu!! Jawab Rika dengan nada tidak suka. Rika memiliki tipe yang suka keterusterangan.

Terus terang…sejak awal dulu…gue sering merhatiin Citra dan juga Eluu Rika…gue rasa kalian sama-sama cantik..cuman masalahnya…gue kurang suka tabiat lu…akhirnya gue lebih condong ke Citra… Ungkap Lintang tanpa tedeng aling-aling.

Kang…ehmm…boleh jujur juga ga?? tanya Rika dengan muka menunduk. Mungkin baru kali ini ia terlihat begitu serius.

Apa Dek…ngomong aja !!! Sambut Lintang antusias.

Gue sebenernya sudah tertarik sama Akang dari dulu…terang aja gue sewot ngeliat Citra deket sama Akang…tahu gak kang???…waktu Sonny mukul Akang sampai hidung Akang berdarah, gue ngintip lho Kang…kasihannn banget lihat Akang kayak gitu…tapi gue cuma bisa diem aja waktu itu…Sambung Rika dengan polos.

Aduhh…kenapa gue harus muter ngadepin banyak masalah dulu baru bisa ketemu lu hari ini Dek ??? Keluh Lintang.

Semua sudah ada jalannya kan Kang ??!! Jawab Rika mantap.

Bagi gue…Akang itu MAHAL…tak cukup cinta biasa yang sanggup membelinya..Akang itu baik, pinter, berjiwa penolong, ganteng lagi…jangan Ge-Er Kang…gue cuma mencoba jujur…bagi gue, Akang itu umpama POHON PALEM…indah, menarik, eksklusif, dan mahal..!!! Lanjut Rika yang kali ini terlihat lebih rapuh ketimbang hari biasanya.

Hari ini gue merasa bersyukur Dek…ini semua membuka mata gue…

Dek…gue ingin hati gue yang mahal ini…lu yang beli ya??? diskon gede-gede-an deh khusus hari ini…tapi dengan satu syarat…..lu harus rubah tabiat jelek lu…gue ingin lu mengalami METAMORFOSIS total…bagaimana? Sambut Lintang yang bergaya seperti makelar yang sedang tawar menawar barang dagangan.

Rika hanya tersenyum manis. Sungguh-sungguh manis tak seperti biasanya yang terlihat masam. Sore itu Rika laksana dewi yang baru lahir, dan Rika dihadapkan pada pilihan yang mau tidak mau harus dipilihnya. Ia harus menjalani hari esok sebagai Rika yang santun. Bisakah Rika???

Besok ada kuliah gak Dek?? Tanya Lintang sambil mencoba menatap wajah cantik yang selama ini di hindari Lintang.

Harusnya sih ada 1 mata kuliah jam 1 siang, tapi dosennya lagi sakit Kang…jadi libur dehh…emang kenapa kang?? Jawab Rika sambil mulai berani tersenyum menggoda ke arah Lintang yang sebenarnya sedang berbunga-bunga di penghujung kedukaanya.

Besok pagi lu siap ya Dek…gue mo make over lu…hehehe…Kita cari baju yang feminin…kita ke salon..yahhh pokoknya 1 hari buat nge-bengkelin lu deh Dek…oya satu lagi…gue mulai besok akan pakai kata-kata ‘aku dan kamu’ bukan ‘lu gue’ lagi…Adek bisa ikut adaptasi kan ??? Sambut Lintang dengan bersemangat.

Hiahhhchh….banyak bener syaratnya !!!….tapi iya deh…buat beli Pohon Palem yang mahal…gue akan berusaha…hihihi Rika membalas dengan nada riangnya.

Oya sampai lupa…nama lu kan Rika Ratih…gue mulai besok akan panggil nama Adek Ratih aja…Super Metamorfosis total deh pokoknya..!! Lanjut Lintang dengan mata berbinar.

Author: 

Related Posts